Selasa, 16 April 2013

Lidah Mertua, Pembasmi Racun Udara

(www.cactuscenter.com)


Oleh Elfiana Fitriah
Sembilan tahun silam, Lien Sulthan Said, 64 tahun, mendengar ada tanaman bernama Sansevieria (Lidah Mertua) yang berasal dari Afrika. Awalnya Oma Lien --begitu dia biasa disapa-- tertarik pada tanaman ini, lantaran melihat peluang bisnisnya.


“Peluang pasar ekspornya bagus sekali. Di Asia, seperti Korea, Hongkong sampai negara-negara Eropa sangat membutuhkan tanaman ini,” kata ibu sebelas anak, yang sejak kecil memang senang merawat berbagai tanaman.

Ketertarikan Lien terhadap Sansevieria kian bertambah, setelah lebih mengenal tanaman yang ternyata mudah perawatannya dan memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. “Tumbuhan ini menyerap racun di udara dan daya tahannya sangat bagus,” ujar Wakil Ketua Organisasi Komunitas Pecinta Sanseviera Indonesia (KOMPENSASI) ini.

Alhasil, wanita kelahiran Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, itu bertambah serius mengembangkan Sanseviera. Hingga kini dia sudah memiliki sekitar 5000 jenis Sanseviera, dari yang murah sampai yang berharga puluhan juta rupiah. Tak sulit mendapatkan tanaman tersebut. Selain banyak dijual di Indonesia, Lien juga bisa mendapatkan dari internet, media cetak dan pameran. Kalau ada varian baru, biasanya dibeli dari kolektor untuk kemudian dikembangkan sendiri.

Lien mengaku, sejak mengembangkan Sanseviera hidupnya bertambah sehat. “Tanaman ini memiliki banyak manfaat. Dia sangat resisten terhadap polutan dan mampu menyerap 107 jenis racun. Termasuk racun yang ada dalam polusi udara (karbon monoksida) dan racun rokok (nikotin). Bahkan bisa menyerap radiasi barang-barang elektronik,” tutur nenek 18 cucu, yang tampak masih aktif dan bugar ini.

Tak hanya itu, berdasarkan penelitian sebuah lembaga penelitian di Amerika Serikat, diketahui Sanseviera juga mampu menangkal radiasi nuklir. Itulah sebabnya lembaga Penerbangan Antariksa AS (NASA/National Aeronautics and Space Administration) menanam ribuan tanaman ini di dekat instalasi nuklirnya. Lokasi penanaman hanya berjarak sekitar 10-25 meter dari instalasi tersebut. Jika terjadi kebocoran, ribuan Sanseviera tersebut akan meredam radiasinya.

Sanseviera juga bisa dipakai untuk obat. “Bisa mengobati luka bakar, luka akibat terjatuh atau disengat lebah,” kata Lien. Caranya sangat mudah, setelah dicuci bersih kemudian ditumbuk halus sampai keluar getahnya, lalu tempelkan di tempat yang terluka dan dibalut dengan plester. “Setelah dua hari, luka akan kering dan sembuh, tanpa campur tangan dokter,” kata Lien menjelaskan.

Perawatannya pun mudah. “Andai kita lupa menyiramnya selama tiga minggu, tanaman ini tetap akan hidup,” ujar Lien. Namun, dia tak menganjurkan cara tersebut. Tanaman harus tetap dirawat dan dipenuhi kebutuhannya, seperti air dan matahari. “Ingat lho, tanaman ini juga bisa menghasilkan uang jika dijual di pasar ekspor,” tambahnya tertawa.

Lantaran tak membutuhkan banyak matahari dan air, tanaman hias yang memiliki motif unik pada setiap helai daunnya ini kerap diletakkan di ruangan. Menurut Lien, dengan satu Sanseviera di setiap sudut ruangan, udara yang kita hirup berbeda dibandingkan ruangan yang tak ada tanaman itu di sekitarnya.

Karena telah merasakan manfaat dari Sanseviera ini, Lien yang sering menjadi pembicara dalam seminar-seminar yang diadakan KOMPENSASI selalu membagi pengetahuan dan pengalamannya kepada peserta. “Sanseviera tanaman yang ramah lingkungan. Sangat bermanfaat, karena dapat memberi udara yang bersih untuk keluarga dan masyarakat agar tetap sehat,” katanya.

Ia pun tak segan-segan mengajarkan cara menanam dan merawat Sanseviera kepada para ibu atau pelajar yang datang kepadanya. Terkadang Lien mempraktekkan cara memanfaatkan tanaman tersebut sebagi obat. “Jika mengetahui semua manfaatnya, biasanya ibu rumah tangga dan pelajar akan tertarik untuk merawat Sanseviera,” kata Lien.

Tak terbatas pada Sanseviera, Lien berharap masyarakat menyayangi tanaman apa pun yang tumbuh di lingkungannya. Soalnya, banyak tanaman yang bermanfaat bagi manusia. Mulai bentuknya yang indah sampai fungsinya sebagai obat-obatan herbal. “Jangan hanya melihat dari sisi ekonomi saja, tapi kita harus jeli melihat manfaat lain dari tanaman itu,” pesannya.

0 komentar: